Museum Bahari terletak
bersebelahan dengan Menara Syahbandar boleh dibilang merupakan satu kesatuan
dengan Menara Syahbandar.
Museum ini menyimpan banyak sekali koleksi yang bertemakan
Bahari, sesuai namanya. Disini Anda bisa menemukan berbagai macam koleksi benda
yang ada hubungannya dengan kebaharian dan kenelayanan di Indonesia mulai
dari Sabang sampai Merauke yang lokasinya berada di seberang Pelabuhan Sunda
Kelapa. Museum ini masih termasuk dalam salah satu dari delapan museum
yang lokasinya berada di bawah pengawasan Dinas Kebudayaan Permuseuman Propinsi
Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Sejarah museum bahari ini, pada masa Belanda di Indonesia, bangunan ini dahulunya merupakan sebuah gudang yang fungsinya untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, seperti halnya rempah-rempah yang menjadi komoditi utama VOC dan sangat laris di dalam pasaran Eropa.
Pada masa Jepang di Indonesia, gedung-gedung ini digunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang logistik yang dimiliki oleh tentara Jepang. Kemudian setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini kemudian dipakai oleh PLN dan PTT untuk dijadikan gudang. Pada tahun 1976, bangunan cagar budaya ini kemudian dipugar kembali, dan pada 7 Juli 1977 telah diresmikan sebagai sebuah Museum Bahari
Sejarah museum bahari ini, pada masa Belanda di Indonesia, bangunan ini dahulunya merupakan sebuah gudang yang fungsinya untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, seperti halnya rempah-rempah yang menjadi komoditi utama VOC dan sangat laris di dalam pasaran Eropa.
Pada masa Jepang di Indonesia, gedung-gedung ini digunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang logistik yang dimiliki oleh tentara Jepang. Kemudian setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini kemudian dipakai oleh PLN dan PTT untuk dijadikan gudang. Pada tahun 1976, bangunan cagar budaya ini kemudian dipugar kembali, dan pada 7 Juli 1977 telah diresmikan sebagai sebuah Museum Bahari
Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis
perahu tradisional dengan bermacam bentuk, gaya dan ragam hias, sampai dengan
kapal pada zaman VOC. Selain itu disini juga ada berbagai model dan miniatur
dari kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Juga berbagai
macam peralatan yang digunakan oleh pelaut pada masa dulu seperti halnya alat
navigasi, teropong, jangkar, meriam dan model mercusuar.
Museum Bahari juga menampilkan berbagai macam koleksi biota
laut, seperti data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia dan
bermacam perlengkapan serta cerita dan lagu tradisional masyarakat nelayan di
Nusantara. Museum ini menampilkan matra TNI AL, maket Pulau Onrust, koleksi
kartografi, tokoh-tokoh maritim Nusantara dan juga perjalanan kapal KPM Batavia
- Amsterdam.
Lokasi museum yang menjadi salah satu tempat wisata di jakarta ini berada di Jalan Pasar Ikan No. 1 Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Jam untuk berkunjung museum adalah 09.00 - 15.00 WIB, Harga Tiket Rp 5000 dari Selasa sampai dengan Minggu. Pada hari libur sekolah, museum ini masih tetap dibuka
Lokasi museum yang menjadi salah satu tempat wisata di jakarta ini berada di Jalan Pasar Ikan No. 1 Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Jam untuk berkunjung museum adalah 09.00 - 15.00 WIB, Harga Tiket Rp 5000 dari Selasa sampai dengan Minggu. Pada hari libur sekolah, museum ini masih tetap dibuka
